"Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat…" Amsal 8:13

Hidup dengan takut akan Tuhan membuat kita taat dan hidup kudus dihadapan-Nya yang juga akan membawa kita menjauhi kejahatan. ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita maka, sikap hormat dan takut akan pribadi Allah akan ada pada kita. 


Ketaatan pada jalan-jalan-Nya timbul di hati tanpa harus diperintahkannya. Bergaul secara intim dengan Roh Kudus membuat kita selalu memiliki rasa hormat dan takut kepada Tuhan yang akan semakin bertambah dalam. Tanpa kepenuhan Roh Kudus dan tanpa pergaulan intim dengan-Nya, kita tidak bisa memiliki rasa takut akan Tuhan. 

 ”Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, ... ” Filipi 2: 12

Mentaati kehendak Tuhan merupakan suatu proses yang harus dibayar oleh semua orang percaya yang mau hidup berkemenangan.

Dalam Matius 7:23 Yesus berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!, jadi sebenarnya siapa yang dikenal-Nya?dan kepada siapa Ia memandang? 

Dikatakan-Nya dalam Yesaya 66:2
…"Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas, dan patah semangatnya, dan yang gentar kepada firman-Ku."… 




Seringkali kita tidak sadar bahwa kita telah kecewa dan menjadi kepahitan, banyak penyebab dari semuanya itu, seperti Frustrasi yang berkepanjaangan dapat menyebabkan kecewa dan kemarahan, dan kemarahan dapat berubah menjadi kepahitan, dan kebanyakan dari kita yang merasa disakiti,dikecewakan,tidak dihargai dll, mengambil keputusan bahwa kita layak untuk kecewa, dan membenarkan diri kita sendiri sehingga membuka akar kepahitan itu masuk kedalam kehidupan kita.


Mujizat itu terjadi karena ada pemicu-nya, tanpa adanya pemicu,  mujizat tidak akan terjadi. Didalam Alkitab diceritakan tentang  mujizat kesembuhan yang dialami oleh seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan (markus 5:25-33).
Tuhan Yesus tidak akan pernah menyembuhkan perempuan yang menderita pendarahan tersebut, jika tidak ada pemicu-nya. sikap hati perempuan pendarahan inilah yang menjadi pemicu mujizat terjadi, Ketika perempuan yang menderita pendarahan itu mendengar berita-berita tentang Tuhan Yesus,maka perempuan tersebut mengambil keputusan untuk maju mendekati Yesus dari belakang dengan  kondisi tubuhnya yang sakit pada saat itu dia terus menerobos kerumunan orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus dan menjamah jumbai jubah-Nya, sebab kata perempuan itu "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh,dan Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya ( markus 5:28-29).
Tuhan tidak akan membuat mujizat  kalau tidak ada pemicu dalam diri kita dan salah satu pemicu-nya adalah sikap hati dan iman yang bertindak.

Di dalam Filipi 2:3, Paul memperingatkan kita sebagai hamba-hamba Allah: “Dengan tidak mencari kepentingan diri sendiri atau puji-pujian yang sia-sia…”
Selama bertahun-tahun, saya telah melakukan pengamatan bahwa salah satu masalah yang terus menerus meresap di dalam gereja adalah adanya ambisi pribadi dan persaingan diantara para pelayan Tuhan yang lainnya. Saya tambahkan bahwa pengamatan tersebut pertama-tama dan terutama saya lakukan di dalam kehidupan saya pribadi.


Seringkali kita melakukan kesalahan dengan membuat suatu ukuran akan rasa aman kita dibandingkan sejajar dengan kesuksesan kita. Sebagai contoh, jika saya membangun gereja yang terbesar atau memimpin sebuah pertemuan yang terbesar, atau mendapatkan banyak sambutan dari orang lain, saya pasti akan merasa aman. Namun hal ini hanyalah sebuah khayalan belaka. Di dalam kenyataannya, semakin kita menempatkan rasa aman kita berdasarkan kepada kesuksesan pribadi, maka justru semakin berkuranglah rasa aman kita. Kita akan terus menerus merasa terancam oleh berbagai macam kemungkinan yang dapat terjadi dari orang lain yang mungkin dapat membangun gereja yang lebih besar, dapat memimpin rapat yang lebih besar atau lebih banyak mendapatkan sambutan dari orang lain.



Anda akui bahwa Tuhan adalah Tuhan dari hidup anda; bahwa Dia adalah Tuhan yang mengatasi segala sakit penyakit dan mengatasi segala setan. Anda berpegang teguh pada pengakuan akan ke Tuhanan dari Yesus Kristus atas segala apapun yang bisa membelenggu dan menghalangi anda sehingga anda dapat menikmati pekerjaan yang sudah diselesaikan Yesus Kristus di kayu salib.

Di hadapan setiap kebutuhan, anda mengatakan bahwa Tuhanlah gembalaku, aku tidak kekurangan (selalu pengakuan ini dibuat dalam bentuk kalimat masa ini, sekarang) Dialah yang menyediakan segala kebutuhanku. Dialah kesehatanku, kekuatanku, Dialah kekuatan dalam kehidupanku; kepada siapa aku harus takut?

Waktu anda membuat pengakuan firman anda sedang mengakui keyakinan anda dalam firman Allah. Ini perlu latihan dengan penuh kedisiplinan setiap hari.
Contoh pengakuan yang harus dikatakan setiap orang percaya setiap hari:



Pengakuan yang salah adalah pengakuan yang berbunyi kekalahan, kegagalan dan kehebatan kuasa iblis.

Seringkali saya mendengar orang-orang percaya terlalu membesar-besarkan atau fokus pembicaraannya berpusat di peperangan yang setan bawa dalam kehidupan mereka, bagaimana iblis mencoba menghalangi mereka untuk menerima mujizat, bagaimana iblis berhasil membelenggu mereka dan membuat mereka tetap sakit. Pengakuan ini adalah pengakuan kekalahan dari anak-anak Tuhan yang sudah ditebus oleh darah Yesus dan dimeteraikan Roh Kudus menjadi anak-anak Allah. Yohanes 1:12 berkata …"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya Kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; ayat 13nya berkata : orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."…

kita akan belajar tentang kekuatan ilahi yang membuat kita disukai orang. Kita akan lihat contoh kehidupan seseorang yang berlimpah dengan kekuatan ilahi ini. Semenjak dia muda, orang-orang sudah menyukainya dan tertarik untuk bekerja-sama dengannya. Orang yang disukai Tuhan ini, tidak lain adalah Daniel.
Daniel hidup di masa pemerintahan empat orang raja yang berbeda, yaitu raja Nebukadnezar, Raja Beltsazar (anak raja Nebukadnezar), raja Darius dan raja Koresy. Setiap kali seorang raja baru naik tahta, selalu Daniel yang dicari. Di mata para raja ini, Daniel melebihi pejabat tinggi dan para wakil raja.
Mengapa? Sebab Daniel memiliki roh yang luar biasa, rohnya menarik, sikapnya menarik dan selalu diingat orang. Daniel disukai bukan sekedar karena dia pekerja keras yang rajin, tetapi karena dia memiliki roh yang luar biasa. 

”karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!” – Daniel 5:12.

Kasih karunia adalah sesuatu yang kita terima, yang sebetulnya kita tidak layak menerimanya. Belas kasihan tidak sama dengan kasih karunia. Belas kasihan adalah mengampuni, kita tidak menerima hukuman yang seharusnya kita terima. Tetapi setelah mengampuni, belum tentu akan ada hubungan lagi dengan orang tersebut. Sedangkan jika kita penuh dengan kasih karunia, maka kita akan mengampuni dan tetap memiliki hubungan damai dengan orang tersebut. Ini yang Tuhan lakukan pada kita setiap harinya.

kita semua ini sebetulnya sudah mati rohani, mati karena pelanggaran – pelanggaran dan dosa – dosa kita, tetapi kemudian kita dihidupkan, dibangkitkan kembali oleh Roh Kudus. Semua dari kita, sebelum kita lahir baru, sebelum datang ke Tuhan, kita hidup dibawah murka bukan dibawah berkat, sebab kita semua adalah orang yang berdosa. Tetapi pada waktu  Allah Bapa mengampuni kita, Dia mengadopsi kita, dan memberikan harta warisan-Nya pada kita. Ini yang Tuhan lakukan setiap hari sampai detik ini kepada kita.

Bagaimana kita memulai setiap pagi hari yang baru? Apakah begitu bangun segera mulai dengan berbagai kesibukan, dan bingung menghadapi masalah yang timbul? dan khawatir mengenai apa yang akan kita hadapi?
  


“Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Mazmur 5:4
 

Setiap hari hal yang pertama dilakukan oleh Daud adalah berseru kepada Tuhan, yaitu memperdengarkan suaranya kepada Dia. Kata-katanya yang pertama pada setiap hari yang baru ditujukannya untuk Tuhan, bukan untuk dirinya atau manusia.


Hanya Tuhan menjadi segalanya bagi kita, satu-satunya yang
kita cari. Tak ada allah lain kecuali Dia, hanya Dia dan Dia saja.

Di Mazmur 42:1-11, Daud berbicara mengenai dirinya di tengah aniaya Saul, di tengah perlawanan anaknya Absalom yang mau merebut takhta daripadanya, di tengah ancaman, penderitaan, siksaan, fitnahan luar biasa. Di tempat di mana tak ada seorang pun yang dapat menolongnya, ia mencari Allah.

Dari hatinya tidak keluar keluhan mengenai betapa berat hidupnya, tetapi yang keluar adalah lagu mazmur. Daud membangun dan menguatkan dirinya. Ia membuat pengakuan iman. Di tengah-tengah masalah, dia mengakui siapa Tuhannya.

kita tidak lagi menanyakan kenapa, kapan, bagaimana; tetapi kita berkata: “Tuhan ... Engkaulah jawaban bagi seluruh kebutuhanku. Engkaulah penolongku dan Allahku!”


Kerinduan yang mendalam membuat kita meminta. Daud bisa mendapatkan keselamatan dari Tuhan karena dia sangat merindukannya.  



Saya mau berbagi pengalaman ketika saya mendaki Gunung-gunung  tinggi  dipulau jawa, awalnya karena ajakan seorang sahabat yang mengatakan ketika kita mencapai puncak gunung yang tinggi kita akan melihat pemandangan matahari terbit yang sangat indah dan sebuah pengalaman baru  yang menakjubkan dan tak terlupakan, 

singkat cerita  ketika saya mendaki  ternyata banyak hal yang terjadi  bukan hanya medan yang berat tetapi cuaca yang buruk pernah saya alami, ketika itu saat kami  baru setengah perjalanan pendakian kami memutuskan istirahat disalah satu pos sore itu sampai tengah malam kemudian melanjutkan perjalan sampai kepuncak, namun tidak lama kemudian  hujan turun dan disertai badai guruh dan petir, saat itu saya mulai ada ketakutan dan merasa tidak perlu melanjutkan  sehingga saya berkata pada sahabat saya bahwa tak perlu melanjutkan perjalanan, karna mungkin kita tidak dapat melihat apa-apa pagi ini dengan cuaca yang ekstrim dan gelap karena awan yang tebal, tapi waktu itu sahabat saya yang juga menjadi pemandu saya  berkata”  kita harus secepatnya menebus awan-awan ini dan berada diatasnya, kita akan melihat pemandangan yang indah katanya”.


2 Timotius 4: 7

“ Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Pertandingan kita bukanlah pertandingan untuk sampai secepat mungkin pada garis akhir atau sampai garis finis, melainkan seperti pelari dalam lari marathon yang menempuh jarak yang sangat jauh, jadi petandingan kita yang sesungguhnya berbicara mengenai ketahanan dalam segala hal yang ada disepanjang perjalanan pertandingan hidup kita ini, dan kadang-kadang yang membuat kita gagal dalam suatu perjalanan didalam petandingan kita ialah ketika kita tidak bisa bertahan menghadapi setiap pertandingan didalam setiap trek pertandingan yang kita tempuh , bahkan sering juga kebanyakan orang yang merasa menang disuatu trek , menjadi lupa ketika harus menempuh trek berikutnya karena terbuai dengan kemenangan yang sudah diterima dan apa yang terjadi yaitu kita akan jatuh dan memulai lagi dari awal dan tidak pernah mengalami kemenangan yang konstan.

Hot Line