Tampilkan postingan dengan label Kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan

Segala sesuatu didasarkan oleh kasih, itulah seorang sahabat yang sejati..
 
Ketulusan merupakan modal yang paling utama agar bisa dikasihi Tuhan Yesus. Seperti kisah seorang anak kecil yang sangat polos dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai sahabatnya, tempat curhat, dan mencurahkan isi hati.

Di Milaor Camarine Sur, Filipina, ada seorang bocah kelas 4 SD yang tidak pernah meninggalkan sehari pun tanpa menemui sahabatnya. Sepulang sekolah bocah, selalu menyempatkan diri ke gereja walau hanya untuk berkeluh kesah.

Setiap pulang sekolah, bocah ini selalu mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya. Karena dia harus menghadapi kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Pada suatu hari, sebuah kampus kecil di daerah California Selatan, AS, kedatangan seorang wanita penting di negara adidaya tersebut. Kehadirannya disitu adalah untuk memberikan ceramah kepada para mahasiswa. Aula kampus yang menjadi tempat acara penuh dengan wajah anak muda yang sangat semangat karena mereka sebentar lagi akan mendapat kesempatan mendengarkan pidato dari seseorang yang sangat terkenal di bidangnya.

Setelah Gubernur selesai menyampaikan kata sambutan, si pembicara maju mendekati mikrofon, memandang khalayak pendengarnya dari sisi kiri, ke kanan, dan mulai berbicara.

"Saya dilahirkan oleh seorang ibu yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat bicara, alias tunawicara dan tunarungu. Saya tidak tahu siapa ayah saya, apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Ia memperkosa ibu saya, jadi saya adalah anak yang tidak direncanakan. Saya dan ibu miskin sekali, sehingga pekerjaan pertama yang saya geluti adalah buruh kasar di pertanian kapas. Saya membenci keadaan saya, dan saya bahkan pernah merasa kecewa terhadap Tuhan. Saat itu saya belum mengerti, untuk apa saya hadir di dunia ini. Saya merasa tidak berguna."

Namanya adalah Nick Vujicic. Ia tinggal di salah satu ‘suburb‘ kota Brisbane. sebagai anak seorang pendeta sebuah gereja tradisional di Melbourne, Australia, Nick merasa bahwa doa-doanya tidak pernah mendapat jawaban dari Tuhan. Sedari kecil ia harus tabah menghadapi berbagai-macam tantangan, baik di sekolah maupun di tempat-tempat umum. Saat itu ia tidak bisa mengerti, mengapa Tuhan mengijinkan ‘hal-hal seburuk itu’ menimpa hidupnya. Ia berpikir: “Jika Tuhan mengasihi aku, mengapa Ia membiarkan diriku menanggung penderitaan sebesar ini?” Seringkali ia mempertanyakan keberadaan Tuhan, terutama mengenai kebenaran kasih-Nya. Nick lahir di kota Melbourne, pada tanggal 4 Desember 1982.
 
Seruan: “Puji Tuhan!” adalah kata-kata yang tidak pernah keluar dari mulut ayah, atau keluarganya, pada saat Nick menghirup udara segar untuk pertama-kalinya di atas ranjang rumah sakit. Umumnya, ibu-ibu yang baru saja melahirkan selalu mempunyai keinginan untuk segera memeluk dan mencium bayi-bayi mereka seketika itu juga. 

Tenn ibu-Israel Houghton tidak pernah mengharapkan anaknya akan menjadi pemimpin ribuan orang di ibadah atau menjadi pemenang Grammy Award, Stellar dan Dove artis rekaman.

Smua Baik ( lyrik )

Dari semula tlah kau tetapkan
Hidupku dalam tanganMu dalam rencanaMu Tuhan
rencana indah tlah kau siapkan
bagi masa depanku yang penuh harapan..

“S’mua baik…..s’mua baik…
apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku..
S’mua baik….sungguh teramat baik..
Kau jadikan hidupku berarti”

Lagu “Semua Baik” diciptakan oleh Budi Haryanto dan Tommy ‘One Way’ Widodo.  Tommy adalah personel dari group band Kristen terkenal ‘One Way’.
Budi Haryanto adalah seorang Ayah bagi anaknya ( Michael ) dan suami dari Yani, dan saat ini Budi sudah pulang ke Rumah Bapa, walau Budi Haryanto Ditengah segala keadaanya yg tak memungkinkan untuk bersyukur, dia tetap mengatakan  S’mua baik…..s’mua baik…apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku..S’mua..baik….sungguh teramat baik.. Kau jadikan hidupku berarti”

Tommy menuturkan :
“Kisah dibalik terciptanya lagu ini terjadi sekitar 18 tahun yang lalu.
Bermula dari persahabatan saya dan Budi.

Hot Line