Pada suatu hari, sebuah kampus kecil di daerah California Selatan, AS, kedatangan seorang wanita penting di negara adidaya tersebut. Kehadirannya disitu adalah untuk memberikan ceramah kepada para mahasiswa. Aula kampus yang menjadi tempat acara penuh dengan wajah anak muda yang sangat semangat karena mereka sebentar lagi akan mendapat kesempatan mendengarkan pidato dari seseorang yang sangat terkenal di bidangnya.

Setelah Gubernur selesai menyampaikan kata sambutan, si pembicara maju mendekati mikrofon, memandang khalayak pendengarnya dari sisi kiri, ke kanan, dan mulai berbicara.

"Saya dilahirkan oleh seorang ibu yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat bicara, alias tunawicara dan tunarungu. Saya tidak tahu siapa ayah saya, apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Ia memperkosa ibu saya, jadi saya adalah anak yang tidak direncanakan. Saya dan ibu miskin sekali, sehingga pekerjaan pertama yang saya geluti adalah buruh kasar di pertanian kapas. Saya membenci keadaan saya, dan saya bahkan pernah merasa kecewa terhadap Tuhan. Saat itu saya belum mengerti, untuk apa saya hadir di dunia ini. Saya merasa tidak berguna."


Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. ( yoh 15:13)

saya diingatkan kepada sebuah Kasih yang terindah yang Kristus berikan melalui kematian-Nya di Kalvari, Yang Melahirkan Pengampunan agung yang lahir dari kasih sejati-Nya yang teramat besar kepada Bapa bagi kita. sehingga Bapa selalu melihat Yesus dalam diri kita, tanpa memandang dosa dan hidup kita yang tak layak dihapanNya, dan oleh karena darahNya maka kita ditebus dan disucikan, dan menerima pengampunan,ini adalah anugrah yang tak ternilai harganya, semua karena Kasih dan Cinta sejati yang selalu mampu membuahkan pengampunan.

Hot Line